Halaman

Senin, 26 November 2012

Jumlah Korban Meninggal Bertambah Menjadi 167 Akibat Agresi Israel

Gaza-PIP: Seorang pemuda Palestina, Senin (26/11) meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel ke Gaza baru-baru ini. Sumber-sumber medis Palestina menyatakan, seorang pemuda, Ahmad Ali Mashari meninggal pada Senin pagi, akibat luka yang dideritanya selama agresi Israel ke Gaza. Dengan gugurnya Masharawi ini maka jumlah korban yang gugur akibat serangan Israel ke Gaza selama 8 hari bertambah menjadi 167 orang dan ratusan korban luka.

500 Juta USD, Kerugian Hotel-hotel Israel Akibat Perang

Al-Quds-PIP: Data resmi yang dirilis persatuan hotel di Israel, kerugian materi yang mereka alami selama agresi ke Gaza yang berlangsung selama 8 hari mencapai setengah milyar dollar Amerika. Kerugian materi yang dialami hotel-hotel Israel akibat perang ke Gaza mencapai 2 milyar Shekel (sekitar 518 juta USD). Sementara itu ketua aliansi Israel, Ami Vederman yang merilis data tersebut menyerukan untuk terus memasarkan pariwisata Israel supaya turis berkunjung ke Israel. Majalah ekonomi Israel “The Marker” melaporkan bahwa operasi “Batu Neraka” yang dilancarkan perlawanan Palestina mengakibatkan kerugian materi yang besar di sector pariwisata di wilayah jajahan Palestina. Lebih dari 20 % tujuan pariwisata dibatalkan selama agresi berlangsung. Kementeri Pariwisata Israel menyebutkan, saat ini renovasi kawasan pariwisata sedang berlangsung di kawasan 48 yang menjadi sasaran terbesar akibat serangan rudal perlawanan, sebagai respon atas agresi Israel ke Gaza.

Setelah Kalah Perang Di Gaza, Barak: Saya Akan Fokus Untuk Keluarga

Al-Quds-PIP: Menteri Perang Israel, Ehud Barak mengumumkan pengunduran dirinya dari kehidupan politik, sementara para politisi Israel menudingnya gagal dalam operasi militer yang digelar Israel ke Gaza, dengan gencatan senjata berdasarkan syarat-syarat perlawanan Palestina. Dalam konferensi persnya, Senin siang (26/11) Barak menegaskan tidak akan terlibat dalam konstalasi pemilu mendatang, dan bertekad pensiun dari politik, alasan yang ia kemukakan adalah ingin kembali focus kepada keluarganya. Keputusan Menteri Perang Israel mundur dai politik usai menerima tuduhan dari politisi dan media Israel telah gagal dalam operasi militer ke Gaza, padahal Israel dianggap salah satu pasukan terkuat dunia, dan kalah dalam melawan perlawanan Palestina di Gaza. Sementara itu Jubir Hamas, Fauzi Barhum menganggap pengunduran diri Menteri Perang Israel, Ehud Barak sebagai penegasan kegagalan politik dan militer dalam agresi ke Gaza. Pengunduran diri Barak sebagai tambahan bagi kemenangan perlawanan Palestina di Gaza, dan bukti krisis nyata yang dihadapi pimpinan Israel akibat keteguhan dan kesuksesan perlawanan, sambung Barhum. Sementara Kepala Biro Media Pemerintah, Salamat Maruf menyebutkan bahwa pengunduran diri Barak dari kancah politik, tidak berarti ia bebas dari tuntutan atas kejahatan yang dilakukannya terhadap Palestina, pihak Palestina akan terus menuntutnya sebagai penjahat perang dan menyeretnya ke pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukannya kepada rakyat Palestina.

Hamad: Inisiatif Ke PBB Langkah Baik Dengan Syarat Tidak Memberikan Konsesi

Amman-PIP: Pengamat strategi dan Ketua Pusat Peneliti Timur Tengah di Yordania, Dr. Jawad Hamad, langkah otoritas pergi ke PBB untuk mendapat pengakuan sebagai Negara pengawas merupakan langkah taktis, karenanya harus bermanfaat bagi rakyat Palestina dan membantu perjuangannya, dengan syarat tidak dengan memberikan konsesi atas hak-hak konstitusi Palestina. Hamad menyatakan kepada Quds Press, bahwa deklarasi Hamas menyetujui langkah yang ditempuh Otoritas ke PBB sebagai langkah politik bijak. Menurutnya, pergi ke PBB merupakan bagian dari perjuangan politik Palestina, dengan syarat tidak menyerahkan hak-hak rakyat Palestina. Langkah yang diambil Hamas merupakan sikap politik yang logis, dengan tetap memelihara supaya tidak melakukan konsesi, dan langkah penerimaan Hamas atas perundingan politik dan terlibat di dalamnya. Hamas sebagai gerakan perlawanan telah membuktikan dalam perjuangan terakhir di Gaza, dan langkah dukungannya ke PBB berada dalam lingkup politik yang sesuai dengan sikapnya, menolak memberikan konsesi kepada entitas Israel, dan menerima hengkangnya penjajah secara penuh dari wilayah 67, mendirikan Negara dengan hak kembali bagi pengungsi dan tidak mengakui Israel. Menurut Hamad, upaya pergi ke PBB secara tidak langsung ditujukan guna melindungi eksistensi perunding Palestina, dan tidak akan berdampak positif secara penuh bagi Palestina.