Halaman

Senin, 26 November 2012

Pengamat: Perlawanan Palestina Hancurkan Masa Depan Politik Ehud Barak

Gaza-PIP: Pengunduran diri Menteri Perang Israel, Ehud Barak menjadi perhatian rakyat dan pimpinan politik, pengamat dan pemerhtai Palestina. Semuanya menduga karena kuatnya respon perlawanan Palestina atas operasi militer yang digelar Israel ke Gaza selama 8 hari lalu, dimana pihak perlawanan meraih kemenangan, usai Israel tunduk kepada syarat perlawanan dalam gencatan senjata. Pengamat politik Wasam Afifah menyatakan kepada Pusat Informasi Palestina, “Sangat jelas pengunduran diri Ehud Barak berkaitan dengan kemenangan perlawanan Gaza dalam operasi militer Israel terakhir, Barak akan menanggung porsi terbesar dalam kegagalan operasi militer di Gaza.” Menurut Wasam, perlawanan Palestina selama beberapa bulan kedepan akan terus menjadi goncangan di internal Israel. Barak adalah orang pertama dari tripatrit operasi ini, bersama Netanyahu dan Avegdor Libermen, pengunduran diri ini banyak terjadi di Israel, sebab harus ada kembing hitam yang menjadi korban. Sementara terkait masa depan politik Israel, kita akan menyaksikan perang politik dan instabilitas di internal Israel, mereka yang terlibat dalam perang yang harus membayar harganya, sambung Wasam. Juga akan bergulir wacana bahaya eksistensi Israel di banding sebelumnya. Sementara itu dosen ilmu politik di Universitas An-Najah Nasional, Dr. Abdul Sattar Qasim menyatakan, “Sangat jelas adanya kegagalan militer Israel yang sangat besar..Ehud Barak adalah orang yang suka berada di pusat kekuasaan, dan mengubah partai agar bias tetap dalam pusaran kekuasaan, adapun pengunduran dirinya dari jabatannya saat ini dan hengkang dari kehidupan politik, adalah disebabkan kegagalannya di Gaza. Pengunduran diri Barak ini akan diikuti aksi serupa, seperti Netanyahu dan beberapa petinggi militer, terutama setelah gagalnya teknik dan strategi. Israel gagal menghadapi Gaza, bagaimana mungkin bias menghadapi kekuatan lainnya seperti Iran dan Hizbullah? Sejak beberapa tahun lalu saya katakana bahwa Israel hamper mendekati kehancuran, saat ini Israel berada dalam kondisi yang sulit, dan menghadapi musuh-musuh yang kuat, Israel tidak akan menang, Israel sedang memasuki tahun terakhirnya, dan sebentar lagi akan musnah, sambung Qasim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar