Halaman

Senin, 26 November 2012

Jumlah Korban Meninggal Bertambah Menjadi 167 Akibat Agresi Israel

Gaza-PIP: Seorang pemuda Palestina, Senin (26/11) meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel ke Gaza baru-baru ini. Sumber-sumber medis Palestina menyatakan, seorang pemuda, Ahmad Ali Mashari meninggal pada Senin pagi, akibat luka yang dideritanya selama agresi Israel ke Gaza. Dengan gugurnya Masharawi ini maka jumlah korban yang gugur akibat serangan Israel ke Gaza selama 8 hari bertambah menjadi 167 orang dan ratusan korban luka.

500 Juta USD, Kerugian Hotel-hotel Israel Akibat Perang

Al-Quds-PIP: Data resmi yang dirilis persatuan hotel di Israel, kerugian materi yang mereka alami selama agresi ke Gaza yang berlangsung selama 8 hari mencapai setengah milyar dollar Amerika. Kerugian materi yang dialami hotel-hotel Israel akibat perang ke Gaza mencapai 2 milyar Shekel (sekitar 518 juta USD). Sementara itu ketua aliansi Israel, Ami Vederman yang merilis data tersebut menyerukan untuk terus memasarkan pariwisata Israel supaya turis berkunjung ke Israel. Majalah ekonomi Israel “The Marker” melaporkan bahwa operasi “Batu Neraka” yang dilancarkan perlawanan Palestina mengakibatkan kerugian materi yang besar di sector pariwisata di wilayah jajahan Palestina. Lebih dari 20 % tujuan pariwisata dibatalkan selama agresi berlangsung. Kementeri Pariwisata Israel menyebutkan, saat ini renovasi kawasan pariwisata sedang berlangsung di kawasan 48 yang menjadi sasaran terbesar akibat serangan rudal perlawanan, sebagai respon atas agresi Israel ke Gaza.

Setelah Kalah Perang Di Gaza, Barak: Saya Akan Fokus Untuk Keluarga

Al-Quds-PIP: Menteri Perang Israel, Ehud Barak mengumumkan pengunduran dirinya dari kehidupan politik, sementara para politisi Israel menudingnya gagal dalam operasi militer yang digelar Israel ke Gaza, dengan gencatan senjata berdasarkan syarat-syarat perlawanan Palestina. Dalam konferensi persnya, Senin siang (26/11) Barak menegaskan tidak akan terlibat dalam konstalasi pemilu mendatang, dan bertekad pensiun dari politik, alasan yang ia kemukakan adalah ingin kembali focus kepada keluarganya. Keputusan Menteri Perang Israel mundur dai politik usai menerima tuduhan dari politisi dan media Israel telah gagal dalam operasi militer ke Gaza, padahal Israel dianggap salah satu pasukan terkuat dunia, dan kalah dalam melawan perlawanan Palestina di Gaza. Sementara itu Jubir Hamas, Fauzi Barhum menganggap pengunduran diri Menteri Perang Israel, Ehud Barak sebagai penegasan kegagalan politik dan militer dalam agresi ke Gaza. Pengunduran diri Barak sebagai tambahan bagi kemenangan perlawanan Palestina di Gaza, dan bukti krisis nyata yang dihadapi pimpinan Israel akibat keteguhan dan kesuksesan perlawanan, sambung Barhum. Sementara Kepala Biro Media Pemerintah, Salamat Maruf menyebutkan bahwa pengunduran diri Barak dari kancah politik, tidak berarti ia bebas dari tuntutan atas kejahatan yang dilakukannya terhadap Palestina, pihak Palestina akan terus menuntutnya sebagai penjahat perang dan menyeretnya ke pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukannya kepada rakyat Palestina.

Hamad: Inisiatif Ke PBB Langkah Baik Dengan Syarat Tidak Memberikan Konsesi

Amman-PIP: Pengamat strategi dan Ketua Pusat Peneliti Timur Tengah di Yordania, Dr. Jawad Hamad, langkah otoritas pergi ke PBB untuk mendapat pengakuan sebagai Negara pengawas merupakan langkah taktis, karenanya harus bermanfaat bagi rakyat Palestina dan membantu perjuangannya, dengan syarat tidak dengan memberikan konsesi atas hak-hak konstitusi Palestina. Hamad menyatakan kepada Quds Press, bahwa deklarasi Hamas menyetujui langkah yang ditempuh Otoritas ke PBB sebagai langkah politik bijak. Menurutnya, pergi ke PBB merupakan bagian dari perjuangan politik Palestina, dengan syarat tidak menyerahkan hak-hak rakyat Palestina. Langkah yang diambil Hamas merupakan sikap politik yang logis, dengan tetap memelihara supaya tidak melakukan konsesi, dan langkah penerimaan Hamas atas perundingan politik dan terlibat di dalamnya. Hamas sebagai gerakan perlawanan telah membuktikan dalam perjuangan terakhir di Gaza, dan langkah dukungannya ke PBB berada dalam lingkup politik yang sesuai dengan sikapnya, menolak memberikan konsesi kepada entitas Israel, dan menerima hengkangnya penjajah secara penuh dari wilayah 67, mendirikan Negara dengan hak kembali bagi pengungsi dan tidak mengakui Israel. Menurut Hamad, upaya pergi ke PBB secara tidak langsung ditujukan guna melindungi eksistensi perunding Palestina, dan tidak akan berdampak positif secara penuh bagi Palestina.

Nashef: Tawanan Sharawana Dan Isawi Butuh Pertolongan Segera

Tulkarm-PIP: Tokoh Hamas, Rafat Nashef menyerukan untuk melakukan aksi menyelamatkan tawanan Aiman Sharawana dan Samir Isawi, kondisi kesehatan keduanya sangat kritis dan terancam mati. Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Senin (26/11) Nashef mengingatkan akibat buruk mengabaikan kedua tawanan tersebut, di tengah peristiwa yang terus berubah sangat cepat, Nashef menyerukan kepada segenap elemen Palestina untuk mendukung persoalan keduanya supaya mendapatkan keadilan. Senin ini tawanan Sharawana memasuki hari ke 150 mogok makan, sementara Isawi memasuki hari ke 120 mogok makan, memprotes penangkapan mereka tanpa alas an benar, setelah keduanya dibebaskan dalam pertukaran tawanan para Juni tahun lalu. Nashef menyerukan kepada segenap rakyat Palestina untuk segera bergerak mendukung kedua tawanan ini dengan segenap cara.

Pengamat: Perlawanan Palestina Hancurkan Masa Depan Politik Ehud Barak

Gaza-PIP: Pengunduran diri Menteri Perang Israel, Ehud Barak menjadi perhatian rakyat dan pimpinan politik, pengamat dan pemerhtai Palestina. Semuanya menduga karena kuatnya respon perlawanan Palestina atas operasi militer yang digelar Israel ke Gaza selama 8 hari lalu, dimana pihak perlawanan meraih kemenangan, usai Israel tunduk kepada syarat perlawanan dalam gencatan senjata. Pengamat politik Wasam Afifah menyatakan kepada Pusat Informasi Palestina, “Sangat jelas pengunduran diri Ehud Barak berkaitan dengan kemenangan perlawanan Gaza dalam operasi militer Israel terakhir, Barak akan menanggung porsi terbesar dalam kegagalan operasi militer di Gaza.” Menurut Wasam, perlawanan Palestina selama beberapa bulan kedepan akan terus menjadi goncangan di internal Israel. Barak adalah orang pertama dari tripatrit operasi ini, bersama Netanyahu dan Avegdor Libermen, pengunduran diri ini banyak terjadi di Israel, sebab harus ada kembing hitam yang menjadi korban. Sementara terkait masa depan politik Israel, kita akan menyaksikan perang politik dan instabilitas di internal Israel, mereka yang terlibat dalam perang yang harus membayar harganya, sambung Wasam. Juga akan bergulir wacana bahaya eksistensi Israel di banding sebelumnya. Sementara itu dosen ilmu politik di Universitas An-Najah Nasional, Dr. Abdul Sattar Qasim menyatakan, “Sangat jelas adanya kegagalan militer Israel yang sangat besar..Ehud Barak adalah orang yang suka berada di pusat kekuasaan, dan mengubah partai agar bias tetap dalam pusaran kekuasaan, adapun pengunduran dirinya dari jabatannya saat ini dan hengkang dari kehidupan politik, adalah disebabkan kegagalannya di Gaza. Pengunduran diri Barak ini akan diikuti aksi serupa, seperti Netanyahu dan beberapa petinggi militer, terutama setelah gagalnya teknik dan strategi. Israel gagal menghadapi Gaza, bagaimana mungkin bias menghadapi kekuatan lainnya seperti Iran dan Hizbullah? Sejak beberapa tahun lalu saya katakana bahwa Israel hamper mendekati kehancuran, saat ini Israel berada dalam kondisi yang sulit, dan menghadapi musuh-musuh yang kuat, Israel tidak akan menang, Israel sedang memasuki tahun terakhirnya, dan sebentar lagi akan musnah, sambung Qasim.

Tak Ada Gencatan Senjata di Tepi Barat, Serdadu Zionis Bebas Bunuhi Warga Palestina

Dua warga Palestina tewas dibunuh serdadu Zionis ‘Israel’ dalam unjuk rasa mendukung Gaza di Tepi Barat beberapa waktu lalu. Demikian dilaporkan Kelompok HAM, B’Tselem, seperti dikutip dari kantor berita PIC (Palestinian Information Center). B’Tselem menyebutkan, kedua korban itu sama sekali tidak membahayakan para serdadu. Dan pihaknya telah mengirimkan surat kepada militer ‘Israel’ agar tidak sembarangan melepaskan tembakan mematikan kepada para pengunjuk rasa yang melempari mereka batu. Investigasi terhadap kedua insiden yang dilakukan oleh B’Tselem ini memunculkan kecurigaan bahwa militer ‘Israel’ dan pihak keamanan lainnya diizinkan menggunakan senjata kepada para pelempar batu yang tidak bersenjata juga dalam situasi-situasi yang tidak mengancam kehidupan para tentara. Pada 17 November lalu, Rushdi Attamimi, 31 dan ayah dari seorang puteri ikut terluka akibat tembakan beberapa serdadu Zionis yang diarahkan kepada seorang pemuda yang melempari mereka batu di desa Nabi Saleh. Pemuda ini tewas dua hari kemudian akibat luka-lukanya. Pada 19 November, pasukan keamanan Zionis membunuh Hamdi Al-Fallah, 22, ketika terjadi bentrokan di Halhul, kota Al-Khalil. Ia mendapat lima tembakan di dada, lengan dan kakinya. Dari investigasinya, B’Tselem menemukan, Fallah hanya menunjuk para serdadu dengan pena laser dan tidak ada satu pun pelempar batu yang memegang senjata. Sedikitnya 39 warga Palestina lainnya terluka akibat serangan militer Zionis sejak 15 November. Dari jumlah itu, 16 orang di antaranya terkena tembakan, termasuk enam orang yang menderita luka serius. Lalu 13 orang sisanya terluka akibat tembakan peluru karet berlapis logam dimana sembilan di antara mereka terkena tembakan di bagian kepala dan sepuluh orang lainnya terluka karena pukulan tabung gas air mata.

Militer Israel Lancarkan 1500 Lebih Serangan Udara ke Gaza

Nazaret – PIP: Militer Zionis Israel mengumumkan bahwa Angkatan Udara Zionis telah melancarkan lebih dari 1500 serangan udara ke Jalur Gaza sejak dimulai agresi yang mereka sebut “Pilar Awan” pada Rabu (14/11) lalu. Jurubicara militer Zionis Israel kepada kantor berita Prancis mengatakan, “Sejak Rabu (14/110 Angkatan Udara telah melancarkan lebih dari 1500 serangan udara hingga Selasa (20/11) malam Rabu (21/11) tengah malam dan mengenai 1400 target di Jalur Gaza.” Jurubicara militer Israel menambahkan, “Dari Jalur Gaza ditembakkan ke wilayah kami sejak dimulai opeasi militer sekitar 1466 roket dan jatuh di Israel sekitar 908 roket, sekitar 421 roket berhasil dihalau oleh sistem pertahanan anti misil Israel ‘Iron Dome’ (Kubah Besi).” Dia melanjutkan, beberapa roket jatuh di laut dan tidak ditemukan. Dia menegaskan bahwa pada hari Rabu, ditembakkan ke arah Israel sebanyak 92 roket dan jatuh di Israel sekitar 42 roket. sebanyak 20 roket berhasil dihalau oleh sistem anti misil Israel Iron Dome. Mengenai mobilisasi pasukan, jurubicara militer Israel ini menyatakan bahwa sebanyak 56 ribu tentaran cadangan telah dikerahkan untuk memperkuat fron selatan di perbatasan Jalur Gaza dari total 75 ribu tentara yang telah disetujui dewan kabinet Israel untuk dikerahkan. Demikian seperti dikuti surat kabar Israel Ha’aretz edisi 23 November 2012.

Banyak Serdadu Zionis ‘Israel’ Depresi dan Bunuh Diri

Sahabatalaqsha - Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian di kalangan pasukan ‘Israel’. Mengutip data dari divisi rehabilitasi militer ‘Israel’, harian Ibrani, Maariv melaporkan, pada 2003 jumlah serdadu ‘Israel’ yang bunuh diri meningkat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tewas dalam serangan militer di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Disebutkan, total terdapat 43 serdadu Zionis yang menghabisi nyawanya, naik dari angka tahun sebelumnya yang tercatat 30 orang. Data ini menunjukkan adanya kenaikan 30% dari angka bunuh diri pada 2002 yang mencapai 31 serdadu. Pada tahun 2003, selama puncak Intifada ke dua, 43 tentara Zionis dilaporkan tewas karena bunuh diri dan ini menjadi menjadi penyebab utama kematian di kalangan serdadu. Sementara pada enam bulan pertama tahun 2004, sebanyak 15 serdadu ‘Israel’ dilaporkan bunuh diri. Kementerian Pertahanan sendiri menolak berkomentar karena merasa malu atas laporan itu. Juru bicara kementerian hanya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui masalah itu dan pihaknya tidak ada hubungannya dengan aksi bunuh diri tersebut. Militer ‘Israel’ juga menyangkal bahwa aksi bunuh diri itu ada hubungannya dengan tindakan-tindakan jahat ‘Israel’ di wilayah jajahannya. Sumber militer mengatakan alasan-alasan, seperti krisis emosional, penganiayaan dan intimidasi oleh atasan, serta depresi psikologis sebagai penyebab bunuh diri. Namun yang secara lebih luas diyakini adalah para tentara ini merasa trauma atas kejahatannya di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang kemudian berujung pada bunuh diri. Aktivis perdamaian ‘Israel’ mengatakan kepada Aljazeera.net bahwa ia meyakini kalau kebanyakan serdadu yang bunuh diri tidak bisa hidup dengan menanggung beban yang mengerikan atas perilaku mereka di wilayah Palestina. Pada 2008, seorang polisi perbatasan ‘Israel’ bunuh diri di depan Perdana Menteri Perancis kala itu, Nicholas Sarkozy. Pada 2007-2009, sempat terjadi penurunan jumlah kasus bunuh diri. Namun jumlahnya kembali naik setelah 2009. Pada semester pertama 2010, 19 serdadu dilaporkan bunuh diri sedangkan pada tahun 2009, statistik mencatat terdapat 21 tentara bunuh diri. Pada 2010 itu, dua tentara ‘Israel’ dilaporkan bunuh diri di Daliat el Carmel. Tentara pertama, Ashraf Meriyah, 18, ditemukan tewas karena tembakan di kepala di rumahnya setelah fajar. Saat Louis Nasser a Din, 21, mengetahui temannya bunuh diri di wilayah militer Haifa, ia juga bunuh diri dengan menembak kepalanya. Pasukan Pertahanan ‘Israel’ (IDF) sempat membuat program khusus untuk membantu para komandan mengenali tekanan psikologis di kalangan tentara akibat tingginya angka bunuh diri. Sebagai bagian dari program ini, IDF memutuskan untuk mengurangi jumlah tentara yang membawa senjata saat pulang. Menurut IDF, kasus bunuh diri ini tidak ada hubungannya dengan pelayanan kemiliteran mereka. Dan IDF mengkaji apakah ada kelalaian dari sisi komandan sebagai pemicu bunuh diri. Pada 2008, situs Ynet melaporkan, untuk pertama kalinya, dua petugas dihukum karena dianggap gagal mencegah seorang prajurit yang bunuh diri akibat tekanan psikologis. Dalam kasus yang sama, seorang petugas kesehatan mental diadili dalam sidang disiplin karena gagal membantu tentara. Pada 2011 dilaporkan, seorang pendiri kelompok antimiliterisasi ‘Israel’, New Profile, Ruth Hiller mengatakan bahwa sekitar 50% serdadu ‘Israel’ yang dikubur di pemakaman militer tewas karena bunuh diri, kecelakaan atau dibunuh. Pada tahun 1989, Departemen Militer ‘Israel’ mengatakan rata-rata angka bunuh diri setiap tahunnya mencapai 35 orang.

Sami Sarsawi, Memasuki Tahun ke-25 di Penjara Zionis

Gaza – PIP: Pusat Kajian Tawanan Palestina menyebutkan bahwa tawanan Palestina Samir Shaleh Sarsawi (44 tahun) dari desa Abtan dekat Haifa di wilayah Palestina terjajah 1948, hari Ahad (25/11) kemarin telah memasuki tahun ke-25 di dalam penjara Zionis Israel secara berturut-turut. Peneliti di Pusat Kajian Tawanan Palestina, Riyad Asyqar, menjelaskan bahwa tawanan Sarsawi adalah salah seorang jenderal tawanan (istilah yang digunakan untuk menyebut tawanan paling lama mendekam di penjara Israel). Dia ditawan sejak 24 November 1988 dan divonis penjara seumur hidup dengan tuduhan melempas bom ke salah satu jalan Haifa dan memasang ranjau yang mengakibatkan tewasnya seorang Zionis dan melukai lainnya. Sarsawi termasuk tujuah dari tawanan yang berasal dari wilayah Palestina terjajah 1948 yang mendapatkan pengurangan hukuman dari seumur hidup menjadi 30 tahun dan sudah mendekam selama 24 tahun. Asyqar menjelaskan bahwa tawanan Sarsawi mengalami kondisi kesehatan yang buruk, terutama masalah pada kelenjar gondok sejak tahun 2009 dan kondisi semakin terus memburuk dan belum dilakukan diagnosa sekali pun oleh dokter spesialis tawanan selama lebih dari setahun di rumah sakit Afula Israel. Ayahnya meninggal saat dia dalam penjara Israel dan tidak boleh melihat jenazahnya. Sarsawi lulus sekolah menengah atas dan sarjana muda di bidang ilmu sosial saat mendekam di dalam penjara Zionis Israel.

Misy’al Sambut Niat Abbas ke PBB

Kairo – PIP: Ketua biro politik gerakan perlawanan Hamas, Kholid Misy’al menyambut niat baik Abbas yang akan berangkat ke PBB. Dalam sambungan teleponya dengan Abbas, tadi pagi (26/11) Misy’al menegaskan, Hamas menyambut baik langkah Abbas ke PBB. Menurut sumber lokal yang dilansir pusat infopalestina mengatakan, Misyal menegaskan pentingnya ada gerakan untuk membangun opini dan setrategi nasional yang dapat melindungi prinsip-prinsip serta hak nasional dengan berlandaskan pada kekuatan rakyat Palestina sendiri yaitu perlawanan. Misy’al menegaskan tentang pentingnya produk rekonsiliasi nasional sebagai prioritas utama nasional yang merupakan buah dari suasana positif paska kemenangan yang telah dicapai rakyat Palestina di Gaza.

Israel Berupaya Musnahkan Peninggalan Islam di al Quds

Alquds – PIP: Yayasan al Aqsha yang menangani masalah wakaf dan peninggalan islam di Palestina mengungkapkan adanya rencana zionis Israel untuk memusnahkan “peninggalan Islam” di jalan Elwad di Kota Tua al Quds. Dalam pernyataannya, Ahad (25/11), Yayasan al Aqsha menunjukkan kekhawatirannya bahwa Israel sedang berusaha memusnahkan penianggalan Islam di jalan Elwad di Kota Tua al Quds, yang menghubungkan ke masjid al Aqsha. Yayasan al Aqsha menyoroti adanya peningkatan pembongkaran batu di jalan terebut dan perluasan penggalian di sana, di bawah proyek yang disebut Israel sebagai “renovasi dan pengembangan infrastruktur”. Sejumlah penduduk Kota Tua di al Quds membenarkan bahwa salah satu tujuan dari proyek ini adalah memperkuat infrastruktur di jalan tersebut sebagai mukadimah untuk memperdalam proses penggalian di sepanjang bawah jalan Elwad, mulai dari daerah al Barak di sisi barat masjid al Aqsha hingga daerah Babul Amud. Yayasan al Aqsha menjelaskan bahwa masalah ini berkaitan dengan batu bersejarah Islam yang dibongkar oleh penjajah Zionis Israel dan dipindahkan ke gudang otoritas arkeologi Zionis untuk kemudian dimanfaatkan dalam proyek-proyek yahudisasi. Dalam konteks terkait, Yayasan al Aqsha mengingatkan adanya biat penjajah Zionis Israel melaksanakan proyek yahudisasi di sekitar masjid al Aqsha dalam waktu dekat, di antaranya adalah proyek meyahudikan situs-situs dan jalan-jalan di sekitar masjid al Aqsha dan penggunaan nama-nama Yahudi sebagai ganti nama-nama asli Arab, serta rencana perluasan dan pendirian taman arkeologi seluas 22 hektar di atas tanah Palestina dekat pintu barat masjid al Aqsha di sisi barat daya masjid, di samping rencana perluasan pembangunan permukiman di daerah Rasul Amud yang menghadap masjid al Aqsha. Sejak lebih dari dua pekan penjajah Zionis Israel sudah mulai melakukan proses penggalian, pembuldoseran dan pembongkaran batu di jalan Elwad yang merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan antara Babul Amud – salah satu gerbang penting al Quds Lama – dengan daerah al Barak, sisi barat masjid al Aqsha. Dari jalan ini bercabang sejumlah lorong yang menghubungkan ke pintu-pintu masjid al Aqsha dari sisi barat.

Aparat OP Tahan 6 Hamas di Nablus

Nablus – PIP: Aparat keamanan Otoritas Palestina di kota Nablus, wilayah utara Tepi Barat, terus menahan 6 anggota Gerakan Perlawanan Islam Hamas, tiga di antaranya adalah besaudara yang ditangkap sejak dua bulan lalu karena kasus “penjara Orif”. Meskipun ada persatuan di tingkat lapangan yang terjadi di Tepi Barat selam agresi zionis Israel ke Jalur Gaza pekan lalu, aparat keamanan Otoritas Palestina terus menahan tiga bersaudara Anwar, Nahad dan Dhiya Abdul Hafidz Shahadah dari daerah Orif. Mereka ditahan sejak 23 September 2012. Aparat keamanan Otoritas Palestina juga terus menahan Nabil Antar dan Khadhr Sarkaji dari Nablus serta Khaled Sawalima dari Usairah sejak tanggal yang sama. Keenam tahanan tersebut mendekam di penjara Junaid dan diperpanjang penahanannya selama 45 hari pada 24 November 2012 atas keputusan dari pengadilan magistrat dan tingkat pertama di kota Nablus. Mereka semua adalah mantan tawanan yang dibebaskan dari penjara Zionis Israel. Disebutkan bahwa kasus tahanan politik di penjara-penjara Otoritas Palestina di Tepi Barat merupakan hal yang sangat penting untuk menyukseskan rekonsiliasi Palestina dan mengakhiri perpecahan.

Seruan Dokumentasikan Kejahatan Perang Israel dan Menunut Pelakunya

Jenewa – PIP: Euro-Mediterania Observatory for Human Rights yang bermarkas di Jenewa menyerukan untuk mendokumentasikan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan militer Zionis Israel dalam agresi terakhir ke Jalur Gaza dan menindaklanjuti kasusnya di level internasional. Euro-Mediterania dalam pernyataannya, Ahad (25/11), mengatakan bahwa sejak agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza pihaknya telah mulai mndokumentasikan kejahatan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina, menghimpun bukti-bukti dan keterangan yang memungkinkan, dan mendokumentasikannya sebagai pendahuluan untuk mengajukan bukti-bukti hukum mengecam krininalitas Zionis Israel yang terlibat dalam kejahatan perang dan dalam rangka untuk mengajukan tuntutan ke mahkamah dan menuntutnya di semua forum internasional. Saat ini Euro-Mediterania sedang membentuk komite yang terdiri dari sejumlah pakar hukum internasional dan pakar lain di bidang ini untuk menindaklanjuti masalah ini. Dalam pernyataannya, Euro-Mediterania melansir sejumlah nama pemimpin Israel yang memimpin agresi ke Jalur Gaza. mereka adalah Kepala Staf Militer Israel Beny Gats, Komandan Militer Wilayah Selatan Tal Rousseau, Kepala Staf Angkatan Udara Israel Emir Eichel Zionis dan Kepala Staf Angkatan Laut Israel Ram Rotbrg.

Keruntuhan Israel Hangat Dibicarakan

Ramallah – PIP: Perang Gaza yang baru berakhir menandakan keruntuhan Israel sangat mungkin dan lebih dekat dari bayangan sebelumnya. Inilah pembicaraan yang menghangat di kalangan warga Palestina, mengingat perlawanan Palestina ternyata mampu mengalahkan tentara paling kuat di dunia. Maka tak heran perbincangan mengenai keruntuhan menjadi topic pembicaraan ditengah kemenangan kelompok perlawanan, walau para syuhada meninggal akibat agresi ini banyak berjatuhan. Lebih dekat dari bayangan Salah seorang anggota biro politik gerakan perlawanan Hamas, Ezat Rasyiq dalam pernyataan di jejaring facebook mengatakan, perang terakhir Israel di Gaza menandaskan bahwa keruntuhan Israel sangat mungkin terlaksana. Bahkan dari sejumlah isyarat menunjukan bahwa waktu takkan lama lagi. Secara ringkas ia mengatakan, “Perang Gaza membri sinyal padaku tentang kemungkinan runtuhnya Israel dan lebih dekat dari bayangan sebelumnya”. Adapun pemimpin Al-Qossam, Muhammad Dhaif yang jarang sekali berbicara, meminta kepada ummat Islam untuk menumpahkan segala kemampuanya untuk menghabisi entitas Zionis karena perbekalan entitas ini sangat panjang, tiba saatnya membersihkan Masjid Al-Aqsha dari najisnya. ayee, Alhamdulillah semoga,,

Daftar Hitam Pemukim Zionis Akan Dicegah Masuk Eropa

Ramallah – PIP : Surat kabar Israel Ha’aretz pagi ini, Senin (26/11) mengungkap tentang negara-negara Uni Eropa yang akhir-akhir ini mulai melakukan tindakan berkelanjutan untuk membuat daftar hitam nama-nama pemukim zionis garis keras yang akan dicegah masuk wilayah negara-negara barat anggota Uni Eropa dan anak diumumkan bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak disukai. Surat kabar Israel ini menyatakan konsul umum negara-negara Uni Eropa yang bekerja di Jerusalem dan Ramallah pada bulan Januari lalu telah membuat sebuah laporan yang memuat tentang kekerasan yang dilakukan para pemukim pendatang Zionis terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Laporan tersebut merekomendasikan kepada kantor pimpinan Uni Eropa di Brussels agar menyiapkan daftar hitam nama-nama pemukim Zionis yang dicegah masuk ke negara-negara Uni Eropa. Menurut surat kabar Ha’aretz, laporan tersebut masih diabaikan selama beberapa bulan sampai para menlu Uni Eropa pada Meli lalu memutuskan untuk memulai langkah-langkah konkrit merespon apa yang dilakukan Israel dan para pemukim Zionis di zona “c” di Tepi Barat.

Jumat, 23 November 2012

Al-Qassam: Kita Paksa Penjajah Kibarkan Bendera Putih

Kelompok mujahidin Brigade Izzuddin al-Qassam menyatakan bahwa selama 8 hari Perang Batu Sijjil, mereka menembakkan 1573 roket ke arah penjajah Zionis. Al-Qassam menjelaskan di Gaza kemarin, Kamis 22/11, atau sehari sesudah kemenangan, mereka menembakkan enam buah rudal jarak jauh M-75 produksi mereka sendiri, serta menggunakan enam roket jarak jauh Fajr-5, termasuk satu ke arah kota Herzliya, tiga ke arah Baitul Maqdis yang dijajah, tujuh ke arah ‘Tel Aviv’ dan satu lagi ke arah Bersheva. Mereka mengarahkan juga tembakan mereka arah pesawat-pesawat, kapal perang dan tank Zionis. “Untuk pertama kalinya kami menggunakan misil jarak jauh kami yang dapat menjangkau 80 km. Untuk pertama kalinya mereka sampai ke ‘Tel Aviv’ dan Jerusalem dan memaksa pihak penjajah mengibarkan bendera putih (menyerah),” demikian pernyataan al-Qassam. Sementara itu para penguasa rezim dan militer penjajah Zionis Israel kini tengah menuai badai kritik dan celaan di dalam.negeri, terutama dari kalangan legislator. “Pengumuman diberlakukannya gencatan senjata dengan Hamas menunjukkan bahwa.’Israel’ sudah mengibarkan bendera putih.dan tunduk terhadap terorisme,” demikian salah satu pencela berkata. Anggota parlemen lainnya menyerukan agar Benjamin Netanyahu mengundurkan diri saja. “Hamas menang kali ini,” demikian diakui pimpinan oposisi, Shaul Mofaz. “Dan yang kalah habis-habisan adalah Israel. Netanyahu sebaiknya mundur saja.” (Sahabat Al-Aqsha)

Keterlaluan! Pejabat UNICEF ‘Israel’ Dukung Pembunuhan Anak-anak Gaza

Adakah pemandangan yang lebih memilukan daripada tubuh-tubuh mungil anak-anak kita yang hancur dicabik-cabik peluru dan roket? Selama 8 hari agresinya terhadap Gaza, Zionis ‘Israel’ membunuh 43 anak Gaza dan melukai 432 anak lainnya. Artinya, satu per tiga dari seluruh syuhada dan korban cedera di Gaza adalah anak-anak, demikian dinyatakan berbagai sumber medis Gaza. Lima anak dibunuh pada hari Rabu 21/11, hari terakhir dari perang 8 hari itu. Syahid termuda pada hari itu adalah bocah berusia dua tahun. Dari seluruh syuhada mungil kita di Gaza, ada bocah berusia 11 bulan, dua lagi baru berusia.satu tahun sementara sisanya berusia antara satu setengah tahun sampai 16 tahun. Beberapa di antara anak-anak itu bahkan kakak beradik. Pejabat UNICEF Sadis Sesudah pernyataan kejam Wakil Menlu ‘Israel’ Danny Ayalon bahwa semua korban di Gaza layak mati termasuk anak-anak, kini.terungkap skandal lain. Seorang pejabat UNICEF – United Nations Children’s Fund, sebuah badan PBB yang tugasnya memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dunia – secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap.agresi militer Zionis di Gaza dan harapannya.agar penjajah Zionis tidak berhenti berperang “sampai teroris terakhir dikalahkan.” Si pejabat UNICEF itu, Judy Shalom Nir-Mozes, menggunakan media sosialnya termasuk Twitter untuk mendesak PM Netanyahu untuk tidak tunduk kepada desakan internasional agar menerima gencatan senjata. Nir-Mozes men-tweet harapannya bahwa tidak akan pernah ada gencatan senjata. “Saya benar-benar berharap Bibi (Netanyahu) tidak akan takluk kepada tekanan musuh-musuh kita dan lobby mereka, dan akan meneruskan operasi sampai teroris terakhir di Gaza mati dibunuh. Sudah waktunya kehidupan kembali normal di selatan Israel – siapa saja yang memulai sebuah amal kebaikan (harus menyelesaikannya).” Para penentang agresi militer ini di dalam ‘Israel’ sendiri kini memulai kampanye untuk menyingkirkan Nir-Mozes dari kepemimpinan UNICEF karena “seseorang yang lapar perang seperti ini tidak seharusnya menjadi duta penyuara hak-hak anak.” (Sahabat al-Aqsha)

Jaringan Eropa Kecam Penangkapan Anggota Parlemen Palestina

Oslo-PIP: Jaringan Eropa Untuk Pembelaan Hak-hak Tawanan Palestina mengecam keras penangkapan anggota parlemen Palestina oleh pasukan Israel di Tepi Barat. Jumat pagi kemarin (23/11) pasukan Israel menggelar penangkapan luas di Tepi Barat, lima orang anggota parlemen: Sekjen Parlemen di kota Ramallah, Mahmud Rumhi, aleg Riyad Raddad, aleg Fathi Qar’awi, aleg Basim Za’arir dan aleg Imad Naufal. Hampir setiap hari terus meningkat aksi penangkapan yang dilakukan pasukan Israel di Tepi Barat. Selama agresi ke Gaza, pasukan Israel menangkap sekitar 190 warga Palestina di sejumlah kawasan Tepi Barat. Seusai agresi, 55 orang warga termasuk pada dosen dan guru serta mahasiswa ditangkap Israel. Ketua Jaringan Eropa, Muhammad Hamdan memaparkan kekhawatirannya atas penangkapan yang terus berlangsung, terutama setelah pasukan Israel gagal merealisir tujuannya mengagresi Gaza. Penangkapan aleg di Tepi Barat seusai agresi merupakan bukti kegagalan dan kebingungan politik Israel. Jaringan Eropa menuntut asosiasi parlemen Eropa untuk bertanggung jawab dan menekan penjajah Israel supaya membebaskan rekan-rekan mereka dari penjara Israel. Juga menuntut dewan HAM PBB untuk melakukan tugasnya dan mengawasi pelanggaran HAM terutama pelanggaran besar yang dilakukan Israel

Shalah: Agresi ke Gaza Awal Kehancuran Israel

Al-Quds – PIP: Ketua gerakan Islam di wilayah jajahan 48, Syaikh Raed Shallah mengatakan, perang terbaru yang dilancarkan Zionis ke Jalur Gaza merupakan awal dari hancurnya Israel. Dalam konferensi pernya, Kamis (22/11) kemarin, Shalah mengatakan, kesepakatan gencatan senjata yang telah ditanda tangani, secara terang menjelaskan tentang pembebasan blockade Gaza. Ini berarti apa yang dibangun Israel tentang mimpinya dapat mengepung dan menyiksa Gaza. Ternyata semua ini hanyalaj mimpi dan klaim mereka yang diinjak-injak oleh kedua kaki bocah Gaza. Contoh sederhananya, blockade Gaza sudah kehilangan arah, sebagai awal dari berdirinya Negara Palestina. Kemudian ditambahkan, Gaza sudah berubah menjadi tempat bertemua seluruh pemimpin rasmi Arab ataupun Islam. Daftar orang yang akan mengunjungi Gaza sangat panjang. Gaza saat menjadi kekuatan besar baik dalam negeri maupun di internasional bagi kehancuran Israel. Kemenangan Gaza pada tahun 2008 dan 2009 melahirkan intafadah-intifadah yang berkelanjutan hingga menuntunya menjadi Arab Spring atau musim semi Arab. Kemenangan ini akan membawa pada persatuan sikap bangsa Arab dan islam, dimulai dari rekonsiliasi nasional demi membebaskan Al-Quds serta Masjid Al-Aqsha.

Hijarotu Sijjil Rugikan Israel 760 Juta Dollar

Sumber-sumber di Israel menyebutkan, perang delapan hari yang dinamai perlawanan sebagai perang Hijarotu Sijjil telah merugikan perekonomian Israel mencapai 760 juta dollar.

Operastion Pillar of Claud vs Hijaratus Sijjil

Adnan Abu Amir Operasi ini dinamni Pillar of Claud (amud sahab). Istilah yang diambil dari Taurat terkait tersesatnya Yahudi di gurun Sinai selama 40 tahun di jaman Nabi Musa. Secara majazi maknanya adalah “hukuman langit” karena tersesat dan tidak yakin yang dimiliki oleh yahudi. Kelompok perlawanan menamakan perang kali dengan “hijaratusijjil” (batu dari neraka sijjil) yang memiliki tekanan makna agama yang jelas bagi kelompok perlawanan Palestina. Target Israel dalam operasi ini adalah: 1. Mengembalikan reputasi, wibawa dan kekuatan Israel yang sudah hilang di hadapan perlawanan Palestina. 2. Mentarget sejumlah tokoh perlawanan Palestina di lapangan dan penghancuran rumah mereka. 3. Menghancurkan pangkalan peluncuran roket perlawanan dan gudang senjata mereka. 4. Menghabisi infrastruktur militer perlawanan. 5. Mengamankan gencatan senjata dengan Hamas. 6. Israel ingin mengetahui bahwa tidak ada Negara Arab yang siap menghadapinya dan ia masih menjadi Negara terkut di kawasan, meski ada revolusi Arab. Dengan operasi militer udara, laut dan darat Israel ingin mengubah situasi di Gaza untuk menciptakan dua kemungkinan: 1. Tekanan militer ini akan mampu melemahkan kekuasaan Hamas. 2. Hamas mau menerima syarat-syarat Israel dalam gencatan senjata dan membiarkan Israel melakukan operasi militer dan pembunuhan semaunya. Namun di lapangan, dari konfrontasi dengan kelompok perlawanan Palestina, Israel sadar bahwa kelompok perlawanan berbeda dengan 10 tahun lalu. Jika berani melakukan operasi darat, Israel harus menerima kenyataan menjadi mangsa bom ranjau di jalan-jalan dan rumah-rumah Palestina. Yang mengejutkan Israel sebelum operasi besar digelar, pemukiman yahudi dihujani roket perlawanan Palestina sampai menembus Tel Aviv dan Jerusalem. Biasanya perang dimulai dari konfrontasi dan diakhiri dengan pengahncuran dan pembantaian. Perang Israel ke Gaza kali ini berbeda. Diawali dengan penghancuran kemudian perang (agresi). Ini tidak mengagetkan. Sebab Israel memiliki strategi baru yang ingin menyampaikan pesan kepada semua pihak: jika kami mengalami serangan, maka politik kami adalah membalas dengan gila. Ini yang direaliasikan Israel. Jika permukiman yahudi diserang roket Palestina, Israel akan membalas agresi udara yang menghancurkan perkampungan seluruhnya atau rentetan serangan ke pabrik-pabrik. Balasan gila Israel ini diharapkan oleh Israel sendiri bias memaksa Palestina untuk berfikir panjang jika menghadapi Israel. Israel seakan ingin masih dianggap sebagai kekuatan tak tertandingi. Sangat kentara Israel ingin operasinya kali ini bisa menghabisi roket perlawanan Palestina. Namun buktinya, selama tiga hari serangan roket terus menghujani Israel. Dan ternyata Israel harus belajar yang lain karena menemukan roket Palestina jangkauannya lebih jauh dari sebelmunya dan dengan pengaruh lebih dahsyat. Pertanyaannya, kenapa Israel tidak memilih menggunakan operasi darat besar-besaran? Israel khawatir akan merasakan kerugian besar. Israel sudah pernah merasakan kehancuran kendaraan militer dan tanknya saat menghadapi kelompok perlawanan, disamping kerugian nyawa di barisan serdadunya. Pelajaran paling pentung dalam agresi Israel ke Jalur Gaza bahwa kelompok pejuang perlawanan dan roketnya tidak akan bisa menghabisi serdadu Israel namun pada saat yang sama pasukan penyerang tidak akan diberikan kesempatan untuk mewujudkan targetnya. Pada saat sebuah pasukan militer tidak bisa melakukan itu maka itulah kekalahan. Itu pula yang terjadi pada saat operasi Cast Lade dan kini berubah di Pillar of Claud saat menghadapi Hijaratus sijjil.

Pembantaian Keluarga Dalwa, Korban Mencapai 13 Orang

Gaza – PIP: Tim medis dan pertahanan sipil kemarin sore Kamis (22/11) menemukan dua jasad warga Palestina di bawah reruntuhan rumah keluarga Dalwa yang dihancurkan pesawat tempur Israel beberapa hari lalu di Gaza barat. Sehingga jumlah korban dari keluarga Dalwa mencapai 13 orang gugur. Sumber medis Palestina menyebutkan, dua jasad Palestina Muhammad dan Ranin Dalwa baru ditemukan di bawah puing-puing bangunan rumah mereka yang dihancurkan Israel. Dengan ditemukan jasad dua warga Palestina ini maka jumlah korban gugur syahid oleh agresi Israel ke Jalur Gaza selama delapan hari mencapai 164 orang tewas dan seribu lebih luka-luka.

Hamas Serukan Jumat Sebagai Hari Persatuan dan Kemenangan di Tepi Barat

Nablus – PIP: Gerakan Hamas di Tepi Barat menyerukan hari Jumat ini dijadikan hari persatuan dan kemenangan. Hamas menyerukan massa Palestina ikut dalam aksi ini setelah shalat jumat dari masjid-masjid utama di Tepi Barat. Hamas menegaskan, keterlibatan massa dalam aksi ini sebagai ungkapan akan persatuan Palestina dan merayakan kemenangan yang diwujudkan perlawanan Palestina di Gaza setelah Israel tunduk kepada semua syarat-syarat yang dibuat oleh kelompok perlawanan untuk gencatan senjata. Dalam keterangannya Hamas menegaskan, setelah sepekan Israel membombardir warga Jalur Gaza, anak-anak dan wanitanya, dan Netanyahu puas dengan darah rakyat sipil, dan setelah kelompok perlawanan Palestina memberikan pelajaran demi pelajaran kepada Israel dengan tangguh dan heroik serta bersatu, sampai roket menembus jantung Jerusalem dan Tel Aviv, Israel akhirnya tunduk kepada perlawanan Palestina dan meminta diteken gencatan senjata dengan syarat perlawanan yang harus dipenuhi.

Haniyah: Gagasan Menyerang Gaza Kembali Hilang Tak Akan Kembali

Gaza – PIP: PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan, gagasan menyerang Gaza setelah kemenangan yang diwujudkan perlawanan sudah berakhir dan tak akan kembali. Sebab Gaza dengan perlawanannya menjadi sangat sulit dipatahkan karena didukung rakyat. Pertempuran terakhir membuktikan bahwa Israel akan berfikir panjang sebelum melakukan serangan ke negara kawasan yang memiliki mental penantang. Haniyah menambahkan dalam pidatonya di hadapan rakyat Palestina kemarin bahwa apa sudah diwujudkan merupakan langkah penting dalam merebut kembali Al-Quds dan mendirikan negara Palestina di seluruh tanah Palestina dengan ibukota Al-Quds serta membebaskan tawanan Palestina dan mengembalikan pengungsi Palestina. Haniyah menegaskan, dalam pertempuran Cast Lade tahun 2008-2009, rakyat Palestina terluka berat namun tak mau menyerah. Dan dalam operasi Pillar of Claud, rakyat kembali menunjukkan heroiknya. Saya bangga menjadi perdana menteri bagi rakyat pejuang ini dan kemenangan ini untuk Syekh Ahmad Yasin, Yaser Arafat, Fathi Syiqaqi, Abu Ali Mustafa, Ahmad Al-Ja’bari yang telah menghimpun kemenangan dan kesyahidan, tegas Haniyah. Ia menambahkan, salam keberkahan bagi bangsa Palestina atas kemenangan ini, untuk Gaza yang tegar dan mulia, untuk rakyat Palestina di wilayah jajahan 48, pengungsi Palestina yang diaspora. Haniyah menyampaikan terimakasih kepada Mesir, pemimpin Muhammad Mursi dan rakyatnya. Israel mennjadi pesakitan karena perlawanan Palestina dan sikap Mesir. Mesir telah mengejutkan Israel karena pembelaannya terhadap Gaza dan tidak rela membiarkan Gaza diserang terus. Israel juga dikejutkan oleh dunia internasional yang tidak memberikan legitimasi atas Israel.

Israel Khawatir Intifadhah III Meletus

Ramallah – PIP: Aksi-aksi penangkapan yang dilakukan Israel selama beberapa hari terakhir mengungkap adanya kekhawatiran dan kegusaran elit militer Israel akan meletusnya Intifadah III melawan Israel di Tepi Barat. Dalam tiga hari terakhir saja, jumlah korban penangkapan Israel di seluruh wilayah Tepi Barat dari faksi-faksi Palestina mencapai seratus orang. Para pengamat menegaskan, aksi unjuk rasa di Tepi Barat dalam jumlah besar menjadi genderang bahaya bagi intelijen Israel bawah wilayah itu menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu akan meledak. Pengamat menilai bahwa aksi ledakan bus di Tel Aviv menjadi pukulan bagi Israel dan akhirnya pihak intelijen mengumumkan kondisi siaga. Ini yang memaksa mereka menggelar aksi penangkapan besar-besaran. Korban penangkapan Israel beberapa saat lalu mencapai aktivis lapangan, tawanan bebas, akademisi. Keluarga akademisi di Universitas An-Najah Dr. Mustafa Shanar yang ditangkap malam lalu di Nablus menegaskan, Israel menangkap Shanar dengan cara brutal. Israel mendobrak pintu dan melepasnya secara tiba-tiba pada saat keluarga sedang tidur kemudian menangkap Shanar dengan brutal dan diizinkan mengenakan pakaian jaket di musim dingin. Israel juga menangkap eks tawanan seperti Riyadl Nasher dari desa Der Qadis barat Ramallah, disamping Wail Hasyasy dari kamp pengungsi Balatah di Nablus, disamping eks tawanan Abdul Qahir Surur dari desa Naalen barat Ramallah yang sedang sakit jantung. Aktivis advokat tawanan Fuad Hafsy memperingatkan bahaya aksi penangakapan ini bersamaan dengan agresi Israel ke Jalur Gaza. Ia menambahkan, Tepi Barat sedang dalam kondisi tenang sehingga Israel tidak ingin kondisi itu pecah. Karenanya, ketika terjadi unjuk rasa mereka segera menggelar aksi penangakapan setiap hari. Hufasy mengatakan, komandan wilayah tengah Israel akan segera mengubah status tahanan korban penangkapan itu menjadi tahanan administratif dalam waktu dekat. Dan ini sangat berbahaya.

Al-Qossam: Hijaratussijjil Menang, Pertempuran Dengan Musuh Israel Terus Berlanjut

Gaza – PIP: Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan, aturan permainan konfrontasi di lapangan kini bukan ditentukan oleh Israel saja. Perlawanan saat ini ikut menentukan pilihannya dan memaksa Israel mengikutinya. Bagi kami tidak ada bahasa menyerang di lapangan atau tunduk kepada shock terapi yang dilakukan Israel, tegas Al-Qassam. Dalam konferensi persnya di depan rumah Ahmad Al-Ja’bari, jubir Al-Qassam, Abu Ubaidah mengatakan, dengan penuh ketawadluan di hadapan Allah, kami mengumumkan kemenangan rakyat Palestina dan perlawanannya dalam pertempuran Hijaratus Sijjil. “Dari bumi Gaza yang diberkahi, kami umumkan perayaan kemenangan kepada umat Islam, dari sekolah jihad dan benteng perlawanan, kami berikan gambaran dan contoh kepada dunia bagaimana kami memenangkan tekad dan keimanan atas kezhaliman. Puji syukur kepada Allah di awal dan di akhir, kemudian salam hormat dan kemuliaan kepada setiap mujahid dan pejuangan perlawanan serta yang berjaga dalam jihad di tanah Palestina yang diberkahi dan bagi setiap tetesan darah para syuhada dan korban luka yang menyalakan api semangat di dada-dada ribuan para mujahidin.” Dalam pertempuran hijaratus sijjil kami telah melepaskan 1573 roket, atau rata-rata 200 roket setiap hari yang mencakup roket M75 dan Fajr 5, roket Grad dan roket-roket Al-Qassam, Hawn dan lainnya, tegas Abu Ubaidah. Ia menegaskan, target yang menjadi sasaran roket adalah pangkalan militer Israel, pos militer, pangkalan udara militer, pos di kota-kota besar seperti Al-Quds, Tel Aviv, Berseba, Askolan dan Asdod. Al-Qassam juga menyerang kamp militer di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dari Karm Abu Salim, Shova sebelah selatan hingga perbatasan Khan Yunis sebelah utara. Serangan itu pun direkam oleh pihak Al-Qassam sebagai dokumentasi. Pertempuran dengan Musuh Belum Selesai Abu Ubaidah menegaskan, selama pertempuran intruksi serangan mencapai 350 kali. Hukum syariat pertempuran Hijaratus Sijjil juga telah menjadi kesepakatan di kalangan rakyat Palestina dan seluruh pejuang kemerdekaan di dunia. Sebab Israel memulai dengan serangan dan keculasan serta pembantaian. Sehingga sudah menjadi kepastian bagi rakyat Palestina untuk membela diri. Jika pertemuan saat ini sudah selesai akan tetapi pertempuran dengan musuh Israel tidak akan selesai selama masih ada penjajahan. Sebab kecurangan dan penghianatan sudah melekat menjadi watak penjajah Israel maka yang menjadi kewajiban rakyat Palestina adalah melakukan perlawanan. Perlawanan Tak Akan Gantung Senjata Al-Qassam menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Palestina dan seluruh instansi keamanan dan polisi yang bekerja mendukung perlawanan. Al-Qassam akan melanjutkan perjuangan sampai Palestina merdeka dari penjajahan Israel. Karena itu, pihaknya tidak akan meletakkan senjata sebab perang Israel belum berakhir. Kita akan kembali berjihad dan menyiapkan diri sampai Allah memberikan kemenangan.

Rabu, 21 November 2012

Teks Persetujuan Gencatan Senjata Hamas – Zionis ‘Israel’

Gerakan Perjuangan Islam Harakatul Muqawwamah al-Islamiyyah, Hamas, dan pihak Zionis ‘Israel’ menyetujui di Kairo kemarin, Rabu 21/11, untuk melakukan gencatan senjata sesudah perang selama 8 hari yang diawali dengan pembunuhan pemimpin mujahidin Hamas Ahmad al-Ja’bari. Negosiasi dilaksanakan di Kairo dengan mediasi Kairo, dan berlangsung selama berhari-hari. Gencatan senjata efektif diberlakukan pada pukul 21 waktu setempat -atau pukul 01 WIB tadi, Kamis 22/11. Berikut teks kesepakatan gencatan senjata tersebut: “Israel akan menghentikan semua tindakan permusuhan (hostilities) di daratan, laut dan udara Jalur Gaza, termasuk invasi-invasi dan penargetan individu-individunya. Semua faksi Palestina akanmenghentikan semua tindakan permusuhan dari Jalur Gaza terhadap Israel, termasuk serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan. Pembukaan perbatasan-perbatasan dan difasilitasinya perpindahan/pergerakan orang dan barang dan dihentikannya pembatasan-pembatasan terhadap warga serta pentargetan warga di kawasan perbatasan. Prosedur pelaksanaan (kesepakatan ini) akan dilaksanakan dalam 24 jam sesudah dimulainya gencatan senjata. Hal-hal lain akan diurus bila diperlukan. Mekanisme implementasi. Penetapan ‘detik nol’ untuk pemberlakuan kesepakatan. Mesir akan mendapat dari masing-masing pihak kepastian akan mengikatkan diri (committed) terhadap kesepakatan ini. Masing-masing pihak menyatakan berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan apa pun yang akan merusak kesepakatan ini. Apa bila didapatkan bukti sebaliknya, maka Mesir sebagai sponsor kesepakatan ini akan diberitahu demi mengambil tindakan selanjutnya.” (Sahabat Al-Aqsha)

Mesir Umumkan Gencatan Senjata, Drone dan Kapal Perang Israel Luncurkan Serangan Brutal

Detik demi detik sebelum diberlakukannya gencatan senjata semalam, Rabu 21/11, Zionis ‘Israel’ menghujani Jalur Gaza dengan serangan dari udara dan laut dengan brutal. Jumlah warga yang sudah dikonfirmasi tewas oleh Kementerian Kesehatan Gaza adalah 150 orang, sementara lebih dari 2000 warga lainnya luka-luka parah dan Rumah Sakit Al-Syifa menyerukan kegawatdaruratan obat-obatan sekali lagi. Rudal-rudal yang ditembakkan oleh drones (pesawat-pesawat tanpa awak) Zionis ‘Israel’ menghantam kawasan Deir al-Balah di pusat Jalur Gaza. Seorang remaja, Nadir Abu Mugheiseeb, 14, syahid sementara seorang lagi luka parah. Di kawasan Syeikh Radwan di pusat Kota Gaza, seorang warga juga syahid. Dilaporkan oleh Ma’an News, enam warga luka-luka pada serangan udara lainnya di Kota Gaza. Para syuhada dan mereka yang luka-luka ini adalah korban-korban terbaru dalam serangan membabibuta Zionis pada waktu hampir bersamaan dengan diumumkannya gencatan senjata oleh Menlu Mesir Muhammad Kamal Amr di Kairo dalam sebuah jumpa pers yang juga dihadiri Menlu AS Hilary Clinton. Menlu Amr mengumumkan bahwa gencatan senjata diberlakukan efektif pukul 21 waktu setempat – atau pukul 01 dini hari WIB. “Semua ikhtiar ini…telah menghasilkan kesepahaman untuk melakukan gencatan senjata dan untuk mengembalikan ketenteraman dan menghentikan pertumpahan darah yang sudah terjadi,” demikian Amr. Yang kemudian terjadi adalah Zionis menggunakan saat-saat terakhir sebelum berlakunya gencatan senjata itu untuk ‘pesta pora’ membunuh dan melukai rakyat Gaza. Sejak Zionis la’natullah ‘alaihim menyerang Gaza pada hari Rabu 16/11 – delapan hari yang lalu, dan didahului dengan pembunuhan terencanadan tertarget pimpinan mujahidin Hamas, Ahmad al-Ja’bari – sudah lebih dari 170 orang warga Palestina yang syahid. Namun data kementerian kesehatan menyatakan bahwa yang dapat diidentifikas dan dikonfirmasi adalah 150 orang.

Senin, 19 November 2012

Pemimpin Uni Eropa Diminta Tandatangani Petisi Pembebasan Palestina

Selasa, 20 November 2012 Brussel: Unjuk rasa mendukung Palestina terus terjadi di sejumlah tempat. Di Brussel, Belgia, para demonstran mengutuk aksi Israel yang sudah menyerang selama enam hari. Para pengunjuk rasa juga menggantungkan bendera raksasa di depan Gedung Dewan Uni Eropa. Di mana, saat itu juga para Dewan Uni Eropa sedang berkumpul di dalam gedung untuk membicarakan kekerasan yang terjadi di Gaza. Pada bendera raksasa ini terdapat foto "Paman Sam" yang mewakili Amerika Serikat dan juga simbol-simbol yang mewakili para penduduk Uni Eropa yang sebagian besar mendukung pembebasan Palestina dan kutukan pada aksi Israel. Para pengunjuk rasa mengatakan, kehadiran mereka di sana adalah untuk memberi tahu Pemimpin Eropa bahwa hampir 80 persen publik di Eropa menginginkan perdamaian untuk Palestina. Mereka juga menandatangani petisi yang akan disebarkan ke seluruh dunia dan juga memaksa para Pemimpin Eropa melakukan hal yang sama. Sementara itu, Dewan Uni Eropa sendiri mengatakan pemungutan suara untuk Palestina akan diadakan pada 29 November mendatang.

Israel putuskan serangan darat hari ini

Pemerintah Israel berencana memutuskan hari ini apakah serangan darat ke Jalur Gaza dilaksanakan atau tidak. Israel memberi tenggat hingga nanti malam buat mencapai gencatan senjata. "Militer akan memperluas operasi dalam hitungan jam bukan hari jika gencatan senjata tidak tercapai," kata Menteri Keuangan Israel Yuval Stenitz kepada radio Angkatan Darat Israel, seperti dikutip BBC, Senin (19/11). Upaya gencatan senjata dengan Mesir sebagai mediator giat dilakukan untuk menghindari negara Zionis itu mengulang invasi empat tahun lalu. Ketika itu, 1.400 warga Palestina di Gaza, kebanyakan anak-anak dan perempuan, terbunuh. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon bahkan turun langsung menemui Presiden Mesir Muhammad Mursi, Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu, dan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas. Seorang pejabat mesir mengungkapkan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama telah menelepon Mursi. Dia menuntut gencatan senjata harus tercapai paling lambat hari ini. Sumber yang sama menambahkan Hamas telah menyampaikan tiga syarat buat berdamai dalam jangka panjang dengan Israel. Hingga sepekan serangan militer ke Gaza bersandi Tiang Pertahanan dilancarkan, 111 orang Palestina terbunuh dan lebih dari 750 lainnya cedera. Sedangkan di pihak Israel baru tiga orang meninggal dan 79 lainnya luka.

Inilah Kecanggihan Roket Palestina

GAZA -- Para pejuang Palestina telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas roket-roket yang mereka gunakan menyerang Israel, khususnya dalam konflik di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. "Para pejuang Palestina menjanjikan kejutan bagi Israel jika mereka terus ngotot menyerang Gaza," kata koresponden Kantor Berita Mi'raj (MINA) di Gaza merujuk kepada kemampuan para pejuang Palestina di Gaza dalam membuat dan menggunakan roket-roket buatan mereka menyerang Israel. Kualitas roket yang ditembakkan pejuang Palestina dapat dilihat kemampuan menjatuhkan dua pesawat mata-mata tanpa awak, jet tempur canggih jenis F-16 dan helikopter tempur Apache milik Israel dalam sepekan terakhir. Roket-roket tersebut mereka namai GRAD, M-75, M-107, Cornait dan Fajar 5 berjarak tempuh 80 km yang digunakan menyerang Tel Aviv. Jarak jangkauan yang sudah bisa mencapai Tel Aviv, ibu kota Israel, membuat sirine bahaya di kota tersebut menyala setelah 20 tahun tidak pernah menyala karena serangan dari Gaza. Juga bisa digunakan untuk menyerang kapal-kapal AL Israel di Laut Gaza. Para Pejuang Palestina saat ini juga bertambah mahir dalam menyembunyikan roket-roket yang siap tembak tersebut. Mereka menyimpan roket dengan penuh seksama untuk bisa ditembakkan langsung ke pihak musuh tanpa bisa dilacak oleh radar Israel. Dengan kemajuan besar ini, Israel mengalami kesulitan dalam melacak posisi penempatan roket-roket tersebut sehingga kerap menembaki lahan-lahan kosong yang mereka perkirakan sebagai lokasi penyimpanan roket. Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam telah menyatakan mereka menembakkan sedikitnya 1000 roket berbagai jenis ke berbagai sasaran di Israel. Sejumlah 192 di antaranya pada hari Senin.

Israel Kembali Bombardir Gaza



VOP Online- Pesawat-pesawat tempur Israel kembali menghantam beberapa sasaran di kota Beit Lahiya di utara Jalur Gaza, pasukan keamanan Palestina mengatakan belum ada laporan mengenai korban yang tewas dan terluka. Jet Tempur Israel Kembali Bombardir Gaza Militer Israel juga mengkonfirmasikan serangan itu dan mengklaim serangan udara pada hari Rabu dilakukan dalam menanggapi roket-roket Palestina yang ditembakkan ke Israel.

Pada hari Senin, kelompok perlawanan Palestina menembakkan sejumlah roket dan menewaskan satu orang dan melukai sebelas orang lainnya di Gaza. Di tempat lain, sejumlah tank Israel dan buldoser memasuki wilayah timur kota Rafah sebagai tindakan lanjut dari serangan intensif Israel di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Tank Israel juga menembaki kota Khan Yunis di Gaza timur setelah serangan roket-roket perlawanan Pakestina. Militer Israel sering melakukan pemboman di Jalur Gaza. yang melanggar hukum internasional, dan warga sipil menjadi korban utama serangan udara tersebut. Gaza telah diblokade sejak tahun 2007, yang telah memperburuk standar hidup, kemiskinan putus sekolah, serta membatasi kebebasan bergerak warga Palestina.

Perkembangan Kemampuan Perlawanan Palestina dan Ketidakmampuan Deterensi Israel

Di tengah pekatnya, realita dunia yang masih disibukkan oleh konflik internal dan berkembangnya kelompok Islam garis keras, serta berlanjutnya strategi Amerika membela Yahudi penjajah Palestina, kelompok perlawanan dengan berbagai faksinya menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi penjajah Israel. Konflik dengan musuh utama bangsa Arab kini mulai dari gerbang Gaza kembali. Gerbang konflik yang tidak pernah diinginkan oleh Israel dan Amerika, atau rezim Arab Spring yang sampai saat ini masih belum berperang dalam membela Palestina dan rakyatnya serta kelompok perlawanannya di Gaza. Namun rezim-rezim Arab itu merasakan shock dan seakan perlawanan itu memojokkan mereka. Kelompok perlawanan itu memaksa mereka bersikap yang mereka lari darinya. Kelompok perlawanan itu mampu menciptakan perimbangan kekuataan dengan Israel yang dibuat gusar karena perubahan kaidah permainan dengan Gaza. Israel gusar agar berulang sekenario agresi Israel berakhir dengan kekalahan di Libanon tahun 2000 dan berulang di tahun 2006. Yang semakin membuat Israel gusar adalah keberanian militer Israel menggelar serangan lebih luas (darat) yang akan mengantarkan kepada kegagalan lebih besar dari agresi tahun 2008-2009. Sehingga Israel akan mengalami dilema dalam menghadapi perlawanan Palestina. Kekuatan militer Israel pun semakin keropos. Perkembangan kinerja perlawanan Palestina menghadapi Israel menunjukkan sejumlah kesimpulan berikut: Husain Athwi 1. Perlawanan Palestina menunjukkan kemampuan yang terus terbarui dalam menghadapi Israel. Dengan roket hingga menembus Tel Aviv dan sekitarnya, baik dari sisi target dan jarak tempuhnya yang memaksa Israel lari ke tempat persembunyian. 2. Sistem Iron Dome Israel yang dikembangkan Israel untuk bisa menghalangi roket perlawanan terbukti gagal. Sistem ini hanya mampu menghalangi sebagian roket dan tidak semua. Ini berarti ada ratusan dolar USD yang dikeluarkan Amerika untuk proyek ini tidak berguna dan tidak mampu menjaga Israel. Jika Israel akan menggelar serangan lebih luas maka roket-roket perlawanan itu akan semakin banyak berjatuhan ke pemukiman Yahudi yang sebagiannya bisa menembus Tel Aviv. 3. Israel semakin kelabakan dan ragu-ragu mengambil sikap. Di satu sisi Israel melancarkan ancaman luas ke Jalur Gaza namun khawatir akan memberikan dampak buruk kepada Israel dan tidak bisa menghadang roket perlawanan seperti di tahun 2008-2009. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Urusan Strategi Israel Moshe Yaalon yang di awal agresi agar memaksa Hamas dan perlawanan lainnya menghentikan roket. Kemudian justru Israel diminta untuk hentikan serangan. Kemudia Yaalon mengakui bahwa “tidak ada solusi segera dalam masalah roket Palestina”. Elit Israel sebelumnya menilai bahwa tidak jalan lain kecuali harus menggelar aksi operasi militer udara, darat dan laut. Namun pada saat yang sama operasi itu bukan “refreshing” bagi Israel dan hanya miniatur bagi operasi Cast Lade. 4. Elit Israel ragu-ragu akan menggelar serangan darat meski sudah mendapatkan legitimasi Amerika dan sikap barat yang berpihak kepada Israel. Namun PM Israel Benjamen Netahyahu tidak segera melancarkan serangan darat lebih luas dan hanya melakukan serangan udara terbatas dan membuat syarat politik kembali kepada gencatan senjata. Al-Wathan Qatar

Serangan Israel Tewaskan 14 Anak Palestina

Seorang ibu histeris ketika mengetahui anaknya tewas akibat terkena serangan roket israel di Gaza, Palestina. Anak-anak dan perempuan memang menjadi korban tewas paling banyak dalam serangan Israel sejak Rabu pekan lalu. Sampai saat ini, genap sepekan konflik berdarah Israel-Palestina, sudah 14 anak meninggal dunia dan 709 anak lainnya terluka. Anak-anak Palestina pun menuntut jawab, mengapa mereka yang harus menjadi korban serangan Israel. "Kepada dunia dan seluruh dunia, kenapa kami yang harus terbunuh? Apa yang telah kami lakukan sehingga kami harus mengalami ini semua?" kata Nawal Azard, seorang anak perempuan Palestina. Pertanyaan itu seolah menggantung di udara, seiring roket-roket Israel yang menghujami tanah tempat mereka berpijak. Sementara itu, upaya diplomasi masih terus dilakukan sejumpah pihak untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Hari ini, Selasa (20/11), Sekretaris Jenderal PBB dijadwalkan tiba di Mesir untuk membicarakan upaya gencatan senjata antara Israel dan Palestina. "Saya mendesak kedua pihak untuk bekerja sama mencapai gencatan senjata yang dimediasi Mesir secepatnya," kata Ban seperti dilansir Reuters. Sehari sebelumnya, Minggu, 19 November 2012, Mesir telah bertemu dengan pihak Israel dan Palestina. Mesir pun telah mengirim delegasi ke Kairo untuk melakukan perundingan. Hamas disebut setuju melakukan gencatan senjata jika Israel menghentikan agresinya, menghentikan pembantaian, dan menghapuskan blokade Gaza. Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaloon menulis di akun twitter-nya. "Jika tidak ada roket dan rudal yang ditembakkan ke warga Israel, atau serangan teroris dari Jalur Gaza, kami tidak akan menyerang." GAZA, suaramerdeka.com

Hamas: ‘Hentikan Serangan, Cabut Blokade, Baru Kita Gencatan Senjata’

Pimpinan Hamas Khalid Misy’al menegaskan di Kairo pada Senin 19/11 kemarin, Zionis ‘Israel’ harus menghentikan serangan ke Jalur Gaza dan mencabut blokade sebagai bayaran atas gencatan senjata dengan para mujahidin. “Kami tidak menolak gencatan…tapi harus ada tuntutan yang jelas… pada prinsipnya, kebrutalan dan agresi Israel harus segera dihentikan dan pengepungan atas Gaza dicabut,” ujar Misy’al dalam jumpa pers di Kairo. “Mesir menerima permintaan dari pihak Amerika, Eropa dan langsung dari Israel untuk mengusahakan gencatan. (Tapi) mereka menyerang lalu meminta gencatan karena kalkulasi mereka meleset,” kata Misy’al lagi. Pihak Zionis membantah meminta gencatan senjata. (OH/Sahabat al-Aqsha)

Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Israel

Ramallah: Dua faksi di Palestina yang selama ini berseteru, Hamas dan Fatah, sepakat bersatu menghadapi serbuan roket Israel ke Gaza. Keputusan persatuan itu diungkap pemimpin-pemimpin kedua faksi di Tepi Barat, Palestina, Senin (19/11). "Mulai saat ini, kami mengumumkan dengan pemimpin (faksi) lain bahwa kami mengakhiri pemisahan," ujar tokoh senior Fatah Jibril Rajoub di hadapan seribu pengunjuk rasa di Ramallah, Palestina. Di antara pengunjuk rasa yang memprotes serbuan Israel ke Gaza itu terdapat beberapa tokoh senior Hamas. Pernyataan Rajoub tersebut disambut sorakan massa. "Bersatu, bersatu..Hajar Tel Aviv (Israel)!" teriak mereka. "Siapa pun yang membicarakan tentang pemisahan (Hamas dan Fatah), mulai hari ini, adalah tindakan kriminal," tegas pemimpin Hamas Mahmud al-Ramahi di hadapan pengunjuk rasa. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serbuan roket Israel ke Gaza hingga Senin (19/11) mencapai sekitar 101 orang. Israel sendiri telah menembakkan roket ke lebih dari 1.350 target sejak Rabu pekan lalu. Pada Ahad (18/11), ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Kidra, adalah jumlah warga korban sipil terbanyak dalam 24 jam serangan selama enam hari bombardir roket, yakni 24 warga tewas. Di sisi lain, dalam jumpa pers di Istanbul, Perdana Menteri Turki memberi cap Israel sebagai sebuah negara teroris. Metrotvnews.com,

Minggu, 28 Oktober 2012

Saudi Resmi Sekutu Israel


VOP Online
-- Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menghapus rezin Zionis Israel dari daftar negara-negara yang menjadi musuh Negeri Petrodolar tersebut.
Situs berita Nahrain Net mengungkap kebijakan rezim Al Saud yang menghapus nama Israel dari daftar negara-negara musuh Saudi. Fars News, Selasa (9/10), melaporkan, selain menghapus Zionis Israel dari daftar musuh, Departemen Informasi Saudi memerintahkan media-media di negara tidak mempublikasikan artikel tentang bahaya Israel bagi kawasan Timur Tengah.

Menurut para pemerhati, departemen informasi Saudi menginstruksikan media-media negara itu untuk memusatkan perhatian ke Iran dan mempropagandakan Tehran adalah musuh pertama Riyadh dan negara-negara sekitar Teluk Persia sekutu Barat, bukan Tel Aviv.

Jumat, 26 Oktober 2012

Nenek Pertama Pelaku Mati Syahid Hj, Fatimah Al-Najjar

Aku persembahkan jiwa raga ini untuk Allah, Palestina dan Al-Aqsha. Aku berharap Allah dapat menerima amal ibadahku ini. Aku juga berkorban demi para tawanan Palestina. Selanjutnya aku sampaikan salam untuk Abul Abad (Haneya) dan Al-Dhaif (Komandan AL-Qossam).

Perkataan terakhir inilah yang disampaikan Syahidah Hj Fatimah Al-Najjar (57 tahun). Ia mengakhiri hidupnya dengan pengorbanan dan kecintaan pada negerinya. Sebagaimana Ia telah menanamkan kecintaaan mati syahid pada anak-anaknya, beberapa saat sebelum ia betemu dengan Tuhannya, ketika ia meledakan dirinya di tengah serdadu Israel di Beth Hanon, Jalur Gaza.

Ummu Muhammad Fatimah Al-Najar adalah nenek pertama yang melakukan operasi mati syahid. Ia adalah salah satu sekian banyak dari para ibu yang sering kali menyaksikan pembantaian terhadap anak-anaknya, kehormatanya dirusak, rumahnya dihancurkan, pepohonannya ditumbangkan dibawah pantauan masyarakat dunia yang membisu.

Maka dengan keberanian yang membaja ia tampil membela negaranya dan mendahului para syuhada lainya.

Ummu Muhmmad teleh mengorbankan jiwa dan raganya di jalan Allah setelah sebelumnya ia serahkan rumahnya menjadi korban kemarahan serdadu Israel pada intifadhah yang lalu. Padahal rumah tersebut adalah tempat perlindungan  para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah airnya oleh Israel. Ia juga telah merelakan anak-anaknya menjadi tawanan mendekam di penjara-penjara Israel.

Dalam penuturannya Ummu Muhammad menyampaikan, operasi jihadnya ini adalah bagian kecil dari sejumlah operasi jihad lainya, yang akan segera dilakukan oleh para mujahid dan mujahidah Palestina. Tunggulah pembalasan Al-Qossam yang akan mengguncangkan wilayah kalian dengan idzin Allah. Jalur Gaza akan menjadi kuburan kalian, wahai para pengecut Israel.

Fatimah AL-Najar atau dikenal dengan nama Ummu Muhammad adalah ibu dari tujuh anak laki-laki dan dua anak perempuannya. Ia telah bergabung dengan barisan para pelaku syahid lainya. Ia telah mampu meluluhlantakan pengepungan Israel terhadap lebih dari 70 mujahid di Masjid Al-Nasher Beth Hanon.

Salah seorang anaknya menuturkan, ibunya selalu mengikuti aksi demo yang dilakukan oleh gerakan Hamas, disamping itu, ia juga ikut dalam berbagai kegiatan social lainya. Ia telah mendidik anak-anaknya untuk senantiasa berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Ia juga selelu berdo’a kepada Allah agar diberi kesempatan mati syahid.

Dalam salah satu pesan terakhirnya, Ummu Muhammad menyebutkan, dirinya telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk Allah, Negeri Palestina dan Al-Aqsha.

Dan dalam rekaman yang disebarkan salah satu media Islam, Ummu Muhammad berkata, saya meminta kepada Allah agar dikumpulkan dengan para syuhada di Surga Naim. Aku juga berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada anak-anakku dan membimbingnya ke masjid. Aku meminta kepada keluargaku agar membagi-bagikan makanan ketika mendengar kabar kesyahidanku. Sampaikanlah salamku pada Abu Abdi, Isamel Haneya, perdana menteri Palestina dan Muhammad Al-Dhaif, komandan tingi Izzuddin al-Qossam dan kepada para syuhada lainya.

Dengan operasi jihadnya ini, Ummu Muhammad telah menciptakan legenda perlawanan yang dilakukan para wanita Palestina, dengan tekad keimananya yang sangat kuat melebihi semua tentara dan singgasana.

Dunia dan seisinya lebih kecil menurut pandanganya dari pada membiarkan negara tetap terjajah, warganya  teraniaya oleh musuh Israel laknatullah.

Ibrahim Ahmad, Syahid Yang Keluarganya Memaafkan Pembunuh Anaknya



Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu dibawanya. Oleh karena itu ia hidup dalam keluarga kecil namun penuh dengan ketawadhuan.
Pendidikanya di mulai di tingkat TK milik organisasi kemanusiaan. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke sekolah khusus bagi para pengungsi dan berhasil memperoleh nilai rata-rata 8. Ia dikenal oleh teman-temanya sebagai pribadi yang sholeh berakhlaq mulia. Ia disukai oleh teman-temanya.

Lalu ia melanjutkan sekolah menengah umum (SMU) di sekolah Kholid bin Walid. Semasa di SMU ia sudah ikut brbagai kegiatan Hamas dan ikut dalam organisasi Mahasiswa Islam. Namun kegiatan berlajarnya berhenti karena ia ditangkap oleh serdadu Israel ketika berusia 15 tahun.
Orang tua dan keluarganya.
Hubungan Ibrahim dengan kedua orang tuanya berjalan baik. Ia memperlakukan orang tuanya dan saudara-saudaranya dengan penuh kecintaan. Sejak kecil memang, ia sudah mencintai saudara-saudaranya dengan penuh kasih sayang. Ia sering menggendong-gendong adik-adiknya ke sana kemari. Ia sangat taat pada orang tuanya, bahkan ketika disuruh pada sesuatu yang ia tidak suka pun, tetap saja ia melakukannya. Ia pernah pergi bersama ibunya ke Yordania untuk mengobati sakit jantungnya. Ibunya sudah menderita penyakit jantung sejak lama. ia pernah menemani ibunya pergi ke rumah sakit di Der Balah pada jam satu malam lalu. Kemudian ia pulang ke rumahnya. Karena tidak ada kendaraan, akhirnya ia berjalan kaki menuju rumahnya dan sampai rumah kira-kira jam empat pagi dan langsung pergi ke masjid karena sudah shubuh.
Pengalaman Organisasi
Ibrahim ikut bergabung bersama gerakan Islam dalam berbagai kegiatan social. Ia juga pernah jadi pengurus kantor Hamas pada pemilu parlemen tahun kemarin. Perlu disebutkan di sini, walaupun ia aktif di Brogade Al-qossam sebagai komandan lapangan, namun ia masih sempat bekerja sebagai tim pengawas pemilu parlemen kemarin.
Aktivitas Jihad
Disebabkan kerinduanya pada Negara dan kecintaanya terhadap syahid, ia bergabung bersama barisan al-Qossam di penghujung intifadhah al-Aqsha, dalam rangka membela dan mempertahankan negaranya. Ia bergabung dengan Al-Qossam pada tahun 2002 an. Ia ditempatkan di bagian teknik pembuatan bom tangan. Kemudian dipindahkan menjadi teknisi pembuat roket jenis ringan serta ranjau darat. Lalu ia dipindahkan lagi menjadi komandan lapangan Al-Qossam.
Selintas tentang amal jihadnya.
Ibrahim terlibat sejumlah pertempuran dengan Israel. Ia bergabung dengan pasukan roket Al-Qossam yang menembakan soket-roketnya kea rah permukiman Israel di Natsarem. Tugasnya waktu itu ialah menggempur menara pengintaian Israel. Ia juga terlibat dalam penempatan ranjau-ranjau darat di jalan Al-Behr, wilayah Al-Faruq dan Shalahuddin. Ia juga tergabung dalam operasi pengintaian serdadu Israel di wilayah perbatasan.
Aksi pengintaian
- Aksi pengintaian terhadap seorang serdadu di permukiman Netsharem
- Operasi pengintaian Buldoser Israel di Der Balah selama 10 jam yang berakhir dengan kemuliaanya mencapai syahadah
- Menintai tank Israel di dekat permukiman Kesuvem sepanjang 8 jam bersama komandan Abdul Nasher Abu Syauqah yang diabadikan melelui cameranya.
Perjanjian bersama para Syuhada
Di harian Palestina yang terbit hari Selasa tanggal 12/2007, setelah terjadinya pertempuran sengait antara Al-Qossam dengann pasukan keamanan bentukan Abbas yang berakhir dengan dikuasainya Jalur Gaza serta menyerahnya kelompok kudeta tanpa ada yang terluka sedikitpun. Ibrahim kemudian menuju ke wilayah Kamp pengungsian, menyusul kabar bahwa rumah salah seorang komandan Al-Qossam dikepung kelomok kudeta. Lalu ia bergegas menuju ke sana dan membagi-bagi pasukan untuk menghadapinya. Namun tak terlihat salah seorang pasukan kudeta menembakan tiga pelurunya ke arah Ibrahim. Dua meleset yang satu mengenai bom yang menggantung di badanya. Mengakibatkan bom itu meledak dan menghancurkan tubuh as-Syahid Ibrahim. Ia sempat di rumah sakit selama tiga hari dan akhirnya meninggal syahid pada hari Jum’at tanggal 15 Juni 2007.
Pengampunan Orang Shaleh.
Setelah pasukan Al-Qossam berhasil menguasai keadaan dan menangkap para perusuh kudeta. Dan setelah diadakan pemeriksaan terhadap seluruh pasukan kudeta serta pengakuanya atas aksi penembakan itu, Brigade Al-Qossam memerintahkan agar pelaku penembakan terhadap Al-Syahid Ibrahim dihukum Qishash.
Ketika orang-orang berkumpul untuk menyaksikan pengadilan Qishash, maka dihadirkanlah sang pembunuh Ibrahim. Ia datang dengan membawa kain kafan, tampak di muka raut ketakutan akan kematianya yang akan segera menjemputnya. Namun tiba-tiba datang salah seorang yang mengatasnamakan keluarga Ibrahim dan memaafkan kesalahan sang pembunuh serta menyerahkanya pada keluarganya. Keluarga As-Syahid Ibrahim tidak minta apapun, sebagai gantinya. Mereka hanya minta gantinya dari Allah subhana wata’ala.
Sikap yang sangat mulia yang ditunjukan oleh keluarga As-Syahid, bahkan mereka berterima kasih kepada Al-Qossam yang telah membersihkan Jalur Gaza dari para perusuh kelompok kudeta.